2 Kawasan Industri di Batang Jadi Magnet Investasi, Realisasi Investasi Batang Triwulan 3 Capai Rp5,528 T

BATANG - Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Batang, Subiyanto mengatakan, Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan dua kawasan industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang.
 
Pertama, di Kecamatan Gringsing yaitu Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), memiliki luasan 4.300 hektar dan sudah ditetapkan sebagai proyek strategis nasional (PSN) oleh Presiden Joko Widodo.
 
Kedua, Batang Industrial Park (BIP) yang dikelola oleh swasta murni dan telah memiliki Izin Usaha Kawasan Industri, lokasinya berada di Kecamatan Tulis.

“Kalau kita sudah mendirikan kawasan industri, berarti industri-industri besar harus wajib (masuk) kawasan industri. Kemudian industri yang di KPI (kawasan peruntukan industri) adalah industri kecil dan menengah. Hal itu diatur dalam undang-undang terkait dengan kawasan industri,” jelas Subiyanto.
 
“Kalau kawasan industri itu belum terisi semua oleh tenan, maka semua industri besar modal harus tetap di kawasan industri,” jelas Subiyanto.
 
Ia menyebutkan, kategori industri besar modal itu nilai investasinya di atas Rp10 miliar. Kalau industri menengah Rp5 miliar hingga Rp10 miliar. Kalau industri kecil di bawah Rp5 miliar.
 
“Meskipun perusahaan mainan mobil, PT Wanho, masuk dalam perusahaan dengan modal besar. Namun, perusahaan tersebut berdiri sebelum ada kawasan industri. Sehingga perusahaan Wanho masuk di KIP di wilayah Kecamatan Banyuputih. Begitu juga dengan PT Apparel yang berdiri di Desa Ringingintung Kecamatan Tulis,” jelasnya.

KITB dan BIP kini menjadi magnet investasi bagi investor dalam negeri maupun penanam modal asing.
 
Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Batang, para pemodal asing juga tercatat di KIT Batang.

Pemodal asing yang berinvestasi di KIT Batang di antaranya KCC Glass dari Korea dan PT Rumah Keramik Indonesia, Cosmos Ink (Korea Selatan).
 
“Realisasi investasi 2022 sampai dengan triwulan 3 sudah mencapai Rp5,528 triliun dari target yang ditetapkan Rp9 triliun. Sedangkan realisasi investasi tahun 2021 mencapai Rp7,560 triliun,” kata Kepala DPMPTSP Kabupaten Batang, Wahyu Budi Sanyoso.

Ia juga menyatakan, dua kawasan industri KIT Batang dan BIP akan sangat berpengaruh pada pencapaian realisasi nilai investasi yang akan diperoleh pada 2022, yang ditargetkan Rp9 triliun.***



#AYOBATANG.COM



Berikan Pendapat Anda